Hari Pertama di Australia/New Zealand?

Selamat sebentar lagi kamu akan memulai perjalanan impianmu di Australia/New Zealand! Memulai perjalanan studi pascasarjana (Master atau Doktoral) di luar negeri adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Namun, minggu-minggu pertama setelah mendarat sering kali terasa membingungkan karena banyaknya penyesuaian dan hal administratif yang harus diselesaikan.

Agar proses transisi kamu berjalan lancar dan kamu dapat segera fokus pada penelitian, literatur, atau perkuliahan, berikut ini adalah panduan esensial mengenai apa saja yang wajib segera dilakukan saat pertama kali tiba di Australia atau Selandia Baru.

1. Mengaktifkan Nomor Telepon Lokal dan Internet

Langkah paling pertama sesaat setelah mendarat adalah memiliki nomor kontak lokal. Ini akan mempermudah pendaftaran layanan perbankan, pencarian akomodasi permanen, dan komunikasi dengan pihak universitas. Pro tip: kamu bisa membeli paket termurah untuk internet terlebih dahulu dan menggantinya dengan paket promo yang lebih murah di kemudian hari. Nomor pertama kamu dapat di-port-ing ke SIM card yang baru kamu beli.

  • Australia: Provider utama dengan cakupan luas meliputi Telstra, Optus, dan Vodafone.

  • Selandia Baru: Kamu dapat memilih layanan dari Spark, One NZ, atau 2degrees.

2. Membuka Rekening Bank Lokal

Sebagian besar transaksi harian di kedua negara ini dilakukan secara cashless. Memiliki rekening bank lokal juga sangat krusial untuk menerima dana beasiswa, atau gaji jika kamu berencana menjadi asisten peneliti/pengajar (research/teaching assistant).

  • Persyaratan Umum: Paspor, Visa Pelajar (seperti Subclass 500 untuk Australia), Letter of Acceptance (LoA) / Confirmation of Enrolment (CoE) dari kampus, dan bukti tempat tinggal sementara.

  • Informasi Lanjutan: Kamu dapat mempelajari persiapan hidup dan sistem perbankan untuk mahasiswa internasional melalui portal resmi Study Australia atau Study with New Zealand.

3. Mengurus Kartu Transportasi Publik

Mobilitas yang efisien sangat penting bagi mahasiswa S2 dan S3 yang akan sering bepergian antara tempat tinggal, perpustakaan, dan laboratorium. Setiap negara bagian atau kota memiliki sistem kartu transportasi pintar yang terintegrasi.

  • Di Australia: Pada umumnya transportasi umum di Australia bisa dibayar menggunakan Visa Card namun kamu jika bisa membeli kartu khusus seperti Myki (Victoria/Melbourne), Opal (New South Wales/Sydney), atau Translink (Queensland/Brisbane). 

  • Di Selandia Baru: Kamu akan membutuhkan AT HOP (Auckland) atau Snapper (Wellington).

  • Penting: Cek di universitasmu apakah mereka menyediakan consession untuk transportasi umum agar lebih hemat.

4. Melapor Diri ke Perwakilan RI

Ini adalah langkah krusial yang sering terlewatkan di tengah kesibukan awal kedatangan. Melapor diri ke Kedutaan Besar (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan sangat membantu jika terjadi keadaan darurat, serta mempermudah pengurusan dokumen kenegaraan di masa depan (seperti legalisasi ijazah kelak).

5. Membuat Unique Student Identifier (USI) (Khusus Australia)

Bagi kamu yang berkuliah di Australia, USI merupakan nomor identitas pendidikan unik yang akan merekam seluruh kualifikasi dan perjalanan akademik kamu di Australia. Tanpa USI, pihak universitas tidak dapat menerbitkan ijazah, sertifikat, atau transkrip nilai saat kamu lulus nanti.

  • Kapan Harus Mendaftar? Sebagai mahasiswa internasional, kamu hanya bisa membuat USI setelah tiba di Australia dan melewati pemeriksaan imigrasi (bea cukai) di bandara. Hal ini dikarenakan sistem USI harus memverifikasi rekam jejak kedatangan dan visa kamu yang sudah aktif secara lokal.

  • Cara Pembuatan: Prosesnya sepenuhnya gratis, cepat, dan dilakukan secara daring. Kamu hanya perlu menyiapkan dokumen identitas dasar seperti paspor non-Australia dan visa pelajar kamu yang valid.

  • Akses Pendaftaran: Kamu dapat langsung mendaftar dan mendapatkan nomor USI melalui portal resmi Pemerintah Australia untuk USI. Simpan identitas ini dengan aman karena akan berlaku seumur hidup untuk keperluan pendidikan kamu di Australia!

6. Orientasi Kampus dan Pengambilan Kartu Mahasiswa

Baik bagi mahasiswa S2 yang berfokus pada kelas (coursework) maupun mahasiswa S3 yang sepenuhnya berbasis penelitian mandiri (research), orientasi kampus tetaplah esensial.

  • Kartu Mahasiswa (Student ID): Merupakan “kunci sakti” kamu. Kartu ini berfungsi sebagai akses masuk ke gedung fakultas, perpustakaan 24 jam, peminjaman buku, serta syarat utama mengklaim diskon pelajar di berbagai tempat.

  • Jejaring Akademik: Manfaatkan masa orientasi untuk memahami letak fasilitas pendukung kesejahteraan akademik, serta membangun koneksi awal dengan rekan-rekan sesama mahasiswa pascasarjana.

7. Terhubung dengan Komunitas LPDP dan Pelajar Indonesia di Kampus Setempat

Komunitas ini adalah “keluarga pertama” kamu di perantauan. Mereka merupakan sumber informasi yang sangat berharga dan relatable, mulai dari rekomendasi tempat tinggal yang aman, panduan mencari makanan halal atau bahan makanan Indonesia, hingga tips spesifik seputar budaya akademik di departemen kamu.

Kamu bisa dengan mudah mencari akun komunitas ini melalui media sosial, khususnya Instagram. Cobalah mencari dengan kata kunci nama kampus kamu, misalnya “LPDP [Nama Kampus]”. Jangan ragu untuk mengikuti akun Instagram mereka dan mengirimkan Direct Message (DM) untuk menyapa atau meminta panduan awal sebelum dan sesudah kamu mendarat.

Berikut adalah list akun instagram dari Kelurahan LPDP di kampus atau wilayah di Australia/New Zealand:

Jika kamu tidak menemukan kelurahan dari kampus kamu, kamu bisa menghubungi Mata Garuda Australia-New Zealand.

Persiapan yang matang adalah fondasi studi yang sukses. Dengan menyelesaikan urusan administratif di atas pada minggu pertama, kamu telah mengurangi beban pikiran yang tidak perlu dan siap memulai petualangan akademis kamu. Selamat menempuh pendidikan dan semoga sukses!

(gambar oleh: wildenmercurial, Pixabay)

Tinggalkan Balasan