


Link Recording (Youtube): KLIK DI SINI
Melbourne, Australia — 31 Mei 2026 — Mata Garuda Australia–New Zealand (MGANZ) berkolaborasi dengan Indonesian Network of Doctoral & Early Career Researchers in Australia (INDERA) sukses menyelenggarakan webinar “PhD Talks: Are You Ready for a PhD? — Embracing PhD Opportunities for Academic and Non-Academic Career Pathways” pada Minggu, 31 Mei 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini turut didukung oleh Mata Garuda DIY dan Mata Garuda Jawa Tengah.
Webinar ini diselenggarakan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang kerap muncul di kalangan mahasiswa dan profesional Indonesia yang tertarik melanjutkan studi doktoral, mulai dari bagaimana mempersiapkan diri untuk PhD, mencari peluang pendanaan, hingga memahami berbagai jalur karier setelah menyelesaikan studi doktoral.
Acara ini menghadirkan lima narasumber inspiratif, yaitu Auzi Asfarian (PhD Candidate, Engineering & IT, The University of Melbourne), Lailaturrahmi (PhD Candidate, Pharmacy & Pharmaceutical Sciences, Monash University), Putra Hanif (PhD Candidate, Minerals & Energy Resources Engineering, UNSW), Tika Tazkya (PhD Candidate, International Relations, The University of Melbourne), dan Rifky Adhia (PhD Student, Materials Science & Engineering, Monash University).
Diskusi dibagi menjadi dua sesi panel utama. Sesi pertama membahas bagaimana membangun perjalanan PhD yang mendukung karier akademik, termasuk strategi memilih topik riset, membangun relasi dengan supervisor, hingga menyiapkan publikasi dan jejaring akademik. Sementara sesi kedua mengeksplorasi bagaimana pengalaman PhD dapat membuka berbagai peluang karier di luar akademia, termasuk di sektor industri, kebijakan, konsultansi, dan kepemimpinan profesional.
Dalam sambutannya, Chairman MGANZ Jonathan Hasian Haposan menekankan bahwa PhD bukan sekadar perjalanan untuk meraih gelar tertinggi, tetapi juga tentang proses pertumbuhan diri dan kontribusi yang lebih besar.
“PhD bukan hanya tentang gelar atau penelitian, tetapi tentang perjalanan membangun kapasitas, memperluas jejaring, dan menciptakan dampak yang lebih besar.”
— Jonathan Hasian Haposan, Chairman MGANZ
Chairman INDERA, Dr. Anthony Sunjaya, juga menyoroti pentingnya memahami tujuan karier sebelum memutuskan mengambil studi doktoral.
“PhD bukan hanya untuk menjadi akademisi. Banyak jalur karier lain di industri dan sektor profesional yang membutuhkan keahlian mendalam dan kemampuan berpikir kritis.”
— Dr. Anthony Sunjaya, Chairman INDERA
Sepanjang webinar, para pembicara membagikan pengalaman personal mengenai perjalanan mereka menempuh studi doktoral, mulai dari tantangan mencari supervisor, memperoleh beasiswa, hingga membangun ketahanan mental selama studi.
Auzi Asfarian menekankan pentingnya keberanian mengambil peluang meskipun tidak semua hal terasa ideal di awal.
“Kadang kita tidak akan pernah merasa 100% siap untuk PhD. Tapi kalau kesempatan itu datang dan itu jalannya, berani ambil risiko dan jalan dulu.”
Sementara itu, Lailaturrahmi membagikan refleksi tentang pentingnya konsistensi dan ketekunan dalam mengejar mimpi studi lanjut.
“Kadang perjalanan menuju PhD bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang terus bertahan dan tidak berhenti mencoba.”
Dari perspektif karier non-akademik, Putra Hanif menyoroti nilai utama dari perjalanan doktoral yang melampaui gelar akademik.
“PhD gives you more than a title—it trains you to solve complex problems, and that skill is valuable everywhere.”
Tika Tazkya mengingatkan peserta untuk memiliki motivasi yang jelas sebelum memulai perjalanan doktoral.
“Jangan ambil PhD hanya karena merasa itu next step. Pastikan kamu tahu alasan personal dan profesionalmu.”
Sementara Rifky Adhia menutup diskusi dengan pesan tentang growth mindset dan keberanian untuk memulai.
“You do not need to know everything before starting. You just need enough courage to begin.”
Diskusi juga menyoroti tantangan nyata dalam studi doktoral, seperti impostor syndrome, work-life balance, tekanan publikasi, hingga ketidakpastian karier pasca-PhD. Para pembicara sepakat bahwa resilience, adaptability, dan support system yang kuat merupakan faktor penting untuk bertahan dan berkembang selama perjalanan PhD.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan bahwa minat generasi muda Indonesia terhadap studi doktoral terus berkembang. Webinar ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama sekaligus wadah networking bagi calon peneliti dan akademisi Indonesia di masa depan.
Melalui kegiatan seperti PhD Talks, MGANZ dan INDERA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas akademik dan profesional diaspora Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem kolaborasi antar mahasiswa, peneliti, dan profesional Indonesia di Australia dan Selandia Baru.
About MGANZ
Mata Garuda Australia–New Zealand (MGANZ) merupakan organisasi jejaring awardee dan alumni LPDP di kawasan Australia dan Selandia Baru yang berfokus pada pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan kontribusi bagi Indonesia.
About INDERA
Indonesian Network of Doctoral & Early Career Researchers in Australia (INDERA) adalah jejaring akademik yang mewadahi kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan profesional bagi mahasiswa doktoral serta peneliti muda Indonesia di Australia.